Jenderal berpengaruh dalam PD II
Blok Axis
![]() |
| Erwin Rommel |
Erwin Rommel
Erwin Rommel adalah komandan pasukan angkatan darat Nazi Jerman. PM Inggris, Winston Churcill, yang waktu itu adalah musuh berbuyutan Jerman, secara terang-terangan memuji kejeniusan Rommel. Pada tahun 1938, Rommel diangkat Hitler sebagai Mayor Jenderal. Rommel ditunjuk menjabat Komandan Führer-Begleitbattalion yang bertanggungjawab atas pengamanan markas besar bergerak Hitler selama invasi.
Tiga bulan setelah invasi Polandia, Rommel diperintahkan untuk mengomandoi Divisi Panzer ke-7 dalam operation Fall Gelb - invasi Perancis. Pasukannya bergerak sangat cepat, sehingga pasukannya dijuluki "Divisi Hantu", karena sangat sulit dideteksi keberadaannya, bahkan oleh Wehrmacht (markas besar Nazi).
Sebagai penghargaan, Rommel dipromosikan menjadi Jenderal dan panglima dari 2 divisi AD Jerman yaitu Divisi Ringan ke-5 (kemudian direorganisir dan redesain sebagai Divisi Panzer ke-21) dan Divisi Panzer ke-15, yang dikirim ke Libya pada awal 1941 untuk menolong pasukan Italia yang menderita kekalahan besar di front Afrika Utara. Pasukannya inilah cikal bakal terbentuknya Deutsches Afrika Korps. Pasukan barunya ini berhasil memukul mundur Tentara ke-8 Inggris (British 8th Army) keluar dari Tobruk di Libya. Pasukannya merangsek terus ke Mesir tapi berhasil dipatahkan di El Alamein. Begitu tentara Amerika
Serikat mendarat di Maroko dan Aljazair, pasukannya ditarik mundur meninggalkan Tunisia. Kiprahnya di medan pertempuran di padang pasir Afrika Utara itu membuatnya dijuluki "Rubah Padang Pasir" ("The Desert Fox").
Rommel dihormati oleh pasukannya dan bahkan oleh pasukan lawan, ia disegani, bahkan ia dicatat tidak pernah melakukan kejahatan perang dan menentang untuk membunuh warga sipil dan tawanan perang. Ia dikenal sebagai jenderal yang paling murah hati diantara jenderal Jerman lainnya.
![]() |
| Rommel di Kampanye Padang Gurun |
Rommel dihormati oleh pasukannya dan bahkan oleh pasukan lawan, ia disegani, bahkan ia dicatat tidak pernah melakukan kejahatan perang dan menentang untuk membunuh warga sipil dan tawanan perang. Ia dikenal sebagai jenderal yang paling murah hati diantara jenderal Jerman lainnya.
Pada tahun 1944, Rommel dicurigai sebagai salah satu yang menjadi konspirator percobaan pembunuhan Hitler (Plot 20 Juli), karena beberapa orang dekatnya menjadi tersangka dari kasus tersebut. Rommel diberi pilihan, mati menenggak racun sianida, atau dipermalukan di depan publik Jerman beserta seluruh keluarganya. Rommel memilih bunuh diri, dan dimakamkan dengan kebesaran militer. Meski sebagian besar tokoh Nazi mendapat caci-maki dan dihukum oleh Sekutu, Rommel tetap dikenang kebesarannya dan sampai saat ini merupakan satu-satunya tokoh Reich Ketiga yang memiliki museum mengenang dirinya dan kariernya.


0 komentar:
Posting Komentar