Battle of Britain
Battle of Britain - adalah sebuah perang yang terjadi di tanah Inggris, melibatkan Luftwaffe (angkatan udara Jerman) dan RAF (angkatan udara Inggris). Battle of Britain adalah kampanye superioritas udara melawan Inggris oleh Jerman untuk mempersiapkan misi invasi darat ke Inggris. Tetapi, dengan perlawanan hebat, serangan bom dan pesawat tempur Jerman berhasil digagalkan oleh RAF. Perang ini berakhir dengan kemenangan Inggris.Pihak-pihak yang berperang :
Nazi JermanSekutu :
Italia
Kekuatan pesawat :
2.550 pesawat
Komandan :
Hermann Goering, Albert Kesselring (Nazi Jerman), Rino Corso (Italia)
Korban :
1.877 pesawat hancur
Lebih dari 3.500 kru pesawat ditawan atau terbunuh.
Kerajaan Inggris
Sekutu :
Kanada
Kekuatan pesawat :
1.963 pesawat
Komandan : Hugh Dowding, Keith Park, Richard Saul (RAF Inggris).
Korban :
1.547 pesawat hancur
Lebih dari 1.000 kru pesawat ditawan atau terbunuh.
Jalannya perang
Setelah mengalahkan Perancis, Hitler mengira Inggris pasti bersedia untuk berdamai, sehingga Jerman bisa dengan mudah menyerang Rusia. Hitler berkali-kali memohon perdamaian pada Inggris namun ditolak. Tanggal 16 Juli 1940, Hitler mengeluarkan surat perintah nomor 16 yang isinya mengadakan persiapan untuk invasi ke Inggris. Tetapi pihak Jerman saat itu masih belum memiliki rencana untuk menduduki kepulauan Inggris.Laksamana Raeder menyimpulkan bahwa Operasi Singa Laut, operasi untuk mendarat di pantai Inggris, baru bisa dilaksanakan bulan Mei 1941. Tidak hanya masalah cuaca yang dihadapi Jerman, Angkatan Laut Jerman tidak memiliki cukup kapal untuk melakukan invasi, apalagi setelah mengalami kerugian saat Kampanye Norwegia. Tetapi Hitler masih mempunyai Luftwaffe yang saat itu masih kuat. Jika serangan udara Luftwaffe mampu melumpuhkan Inggris, maka invasi akan dilakukan tanggal September 1940, namun jika tidak berhasil maka diundur sampai tahun 1941.
![]() |
| Formasi pesawat tempur RAF |
Serangan yang dilancarkan oleh Luftwaffe dikenal dengan nama "Serangan Rajawali". Jerman mengerahkan 2.500 pesawatnya untuk menghancurkan dataran Inggris, dan berusaha memancing agar pesawat tempur Inggris keluar dan menyerang. Tetapi, RAF tidak terpancing dan sangat hemat
dalam pemakaian pesawatnya. Inggris hanya menyediakan sekitar 800 pesawat tempur, yang terdiri atas Spitfire dan Hurricane.
Pada awalnya, Goering menargetkan pusat instalasi radar-radar Inggris. 5 pusat radar rusak, tetapi serangan tidak dilanjutkan, dan target serangan diganti ke lapangan terbang fighter RAF. Pada tanggal 15 Agustus, Goering mengerahkan 2.000 pesawat pembom untuk menghancurkan industri pesawat terbang Inggris. Tetapi, serangan itu berhasil ditangkal oleh radar Inggris dan menghancurkan 75 pesawat Jerman, dibanding 34 pesawat Inggris.
![]() |
| Pembom kelas menengah Jerman |
![]() |
| Kerusakan akibat pengeboman |
Pada tanggal 15 September, Luftwaffe mulai menyerang Inggris pada siang hari, karena mengira bahwa serangan malam semenjak 7 September telah membawa keuntungan bagi Jerman. Luftwaffe juga menyerang kota London dengan kira-kira 800 pesawat. Kedatangan Luftwaffe terlebih dahulu diketahui di layar radar, maka sebelum tiba di London pesawat tempur Inggris berhasil menyergap lawannya. Jerman kehilangan 56 pesawat, sedangkan Inggris hanya 26 buah.
Kekalahan ini akhirnya membuat Hitler mengurungkan niatnya untuk menyerbu Inggris. Empat hari kemudian ia mengeluarkan perintah untuk menghentikan pengumpulan kapal-kapal pendarat di pelabuhan-pelabuhan Eropa Barat. Pada 12 Oktober, Hitler secara resmi menunda Operasi Sealion (Singa Laut) sampai musim semi tahun 1941.

.jpg)















