Axis Campaign - Fall Gelb
Kejatuhan Prancis
Operasi Fall Gelb - adalah sebuah operasi militer untuk menaklukan Prancis oleh Nazi Jerman. Operasi ini dimulai tanggal 10 Mei 1940 dan berakhir pada 22 Juni 1940, sehingga secara matematis, Nazi Jerman berhasil menaklukan Prancis dalam 1 bulan dan 12 hari. Hasil dari perang ini adalah kemenangan mutlak Nazi Jerman, kejatuhan Republik Prancis, Belgia, dan Belanda.
Kekuatan pasukan :
3.350.000 pasukan infanteri ;
7.378 senjata ;
2.445 tank ;
5.639 pesawat;
Sekutu :
Italia (300.000 pasukan)
Pemimpin pasukan :
Hermann Goering, Erwin Rommel, Heinz Guderian, Gerd von Rundstedt (Nazi Jerman), dan Umberto di Saviola (Italia)
Kekuatan pasukan (Sekutu) :
3.300.000 pasukan infanteri ;
13.974 senjata ;
3.383 tank ;
2.935 pesawat ;
Pemimpin pasukan :
Charles de Gaulle, Maurice Gamelin, Alphonse Georges, Maxime Geygand (Prancis) ; Leopold III (Belgia) ; Lord Gort (Inggris) ; Henri Winkelman (Belanda) ;
Jalannya Perang
Pada bulan Oktober 1939, pucuk pimpinan tentara Jerman (OKH, singkatan dari Ober Kommando Des Heeres) sudah mempunyai rencana untuk menyerang sekutu di Eropa Barat. Menurut rencana ini, puluhan divisi akan menyerang dalam garis-garis yang paralel, dengan sayap kanannya sebagai tulang punggung ofensif ini. Rencana ini ada baiknya, sederhana. Tapi buruknya mirip sekali dengan yang pernah digunakan Jerman pada perang dunia I, yang dikenal sebagai rencana Schlieffen. Disaat itulah muncul Jenderal Manstein yang memiliki rencana yang berbeda.
Manstein lalu menyusun sebuah memorandum kepada OKH yang intisarinya sebagai
![]() |
| Jalur serangan Jalur Maginot oleh Guderian |
Pada 10 Mei 1940, bom-bom Jerman dijatuhkan pada sasaran-sasaran di Belanda dan Belgia. Kota Rotterdam dibom sampai hancur oleh Luftwaffe, dalam empat hari pertahanan Belanda runtuh. Keruntuhan Belgia menyusul dua minggu kemudian.
Tentara Perancis saat itu menduga Jerman akan menyerang menurut rencana Schilieffen. Tentara Jerman sengaja menarik perhatian lawannya kejurusan Belanda dan Belgia, yang diserbu oleh Army Group B. Serangan ini dilakukan secara mencolok, pasukan payung diterjunkan, 1000 pesawat Luftwaffe dipusatkan disana, termasuk tiga divisi Panzer. Perancis mengira bahwa Army Group B itulah tulang punggung ofensif Jerman. Tentara Perancis-Inggris menyerbu ke bagian utara Belgia untuk menghadapi Army Group B
Tulang punggung Tentara Jerman bukan terletak pada Army Group B di utara, tetapi di
selatan (Ardennes) oleh Army Group A yang terdiri dari tujuh divisi tank. Tidak diduga oleh Perancis, menyerbulah ratusan tank ini ke Ardennes di bawah pimpinan Jenderal Heinz Guderian. Setelah menyeberangi sungai Mass dekat sedan, lalu tiba di tanah datar. Secepat kilat menggelindinglah tank-tank itu ke arah barat, di belakang garis depan Inggris-Perancis. Hanya dalam beberapa hari Guderian sampai di Boulogne, Calais, di pantai samudera Atlantik. Tentara Inggris-Perancis terbelah dua.
![]() |
| Heinz Guderian |
Evakuasi Dunkirk
Tanggal 23 Mei Guderian berada hanya beberapa mil dari pelabuhan Dunkrik tempat ratusan ribu serdadu Perancis-Inggris sudah berkumpul untuk mengungsi ke Inggris. Saat Guderian ingin menyerbu kota tersebut, Hitler memerintahkan pasukan tank Guderian berhenti. Alasan Hitler itu masih belum diketahui. Akibat perintah Hitler ratusan ribu Tentara sekutu dapat di evakuasi.
![]() |
| Evakuasi Dunkirk Inggris dan Prancis |
Dalam evakuasi Dunkrik Inggris mengerahkan kapal perang, kapal penumpang, kapal pesiar, bahkan kapal nelayan, semua kekuatan maritim Inggris dikerahkan. Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) mengirim pembom untuk menggagalkan evakuasi itu, namun gagal karena tenaga Luftwaffe tidak cukup, di samping juga berkat perlawanan yang hebat dari Angkatan Udara Inggris.
Jatuhnya Paris
Pada tanggal 5 Juni, ketika kota Dunkrik jatuh ketangan Jerman setelah evakuasi tentara Inggris selesai, Hitler mengerahkan 10 divisi panzernya dengan 133 divisi infantri ke selatan, ke arah Paris. Divisi - divisi Perancis yang dapat dikerahkan selain lebih sedikit, juga tidak begitu terlatih. Hampir semua divisinya yang lebih terlatih justru terasing, terpencil di Belgia utara setelah dipotong oleh serangan Guderian sebelumnya.
![]() |
| Hitler dan Jenderalnya di depan Menara Eiffel |
Meskipun beberapa bagian Perancis memberikan perlawanan yang baik, namun banjir Panzer Jerman tak tertahankan. Tanggal 10 Juni pemerintahan Perancis meniggalkan Paris. Empat hari kemudian Paris jatuh tanpa perlawanan. Akhirnya, pada tanggal 17 Juni, dilakukan gencatan senjata.






0 komentar:
Posting Komentar