Jenderal Penting dalam PD II
Sekutu - Dwight D. Eisenhower
Eisenhower adalah keturunan Belanda Pennsylvania, dan dibesarkan di Kansas. Pria ini mengembangkan minat nya akan menjelajahi alam bebas, berburu, memancing, memasak dan bermain kartu.
Pada November 1942 berpangkat sebagai Letnan Jenderal, Dwight Eisenhower memimpin pendaratan tentara sekutu di Afrika Utara, dan memaksa Jenderal Erwin Rommel dan pasukannya untuk mundur ke Eropa. Pada 1944 Eisenhower diangkat menjadi Panglima Tertinggi Pasukan Sekutu yang menyerbu Perancis, yang akhirnya menghasilkan penyerahan Jerman pada sekutu tanggal 8 Mei 1945. Ia merencanakan "Operation Overlord" yang merupakan kampanye paling berpengaruh dalam Perang Dunia II. "Operation Overlord" melibatkan lebih dari
2.000.000 pasukan dan 100.000 tank, kendaraan, dan senjata lainnya. Operation Overlord dilakukan pada 6 Juni 1944, dan dilakukan di 5 pantai di Normandia. Operasi ini telah direncanakan lebih dari 1 tahun oleh Komando Sekutu. Negara yang berpartisipasi meliputi Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada. Sebelum pendaratan, dilakukan "Operation Fortitude" untuk mengelabui Jerman tentang lokasi pendaratan Sekutu menjadi Calais, garis pantai terdekat dari Inggris. Selain itu, diterjunkan sekitar 17.000 pasukan penerjun payung di belakang garis pertahanan Jerman. Kata-kata yang paling terkenal dari Eisenhower adalah "Baiklah, kita berangkat!".
Ada cerita unik mengenai Operation Overlord. Sesaat setelah pendaratan, Jerman mengetahui lokasi dan bahwa pendaratan itu bukan tipuan. Namun, tidak ada yang berani membangunkan sang Fuhrer, Hitler, untuk memberi tahu perihal pendaratan tersebut. Hitler dikenal sebagai pribadi yang meledak-ledak terhadap kesalahan terkecil para bawahannya. Jenderalnya, Rommel, sedang mengadakan pesta ulang tahun ke 50 di kampung halamannya. Setelah mengetahui hal itu, Rommel segera kembali ke garis depan, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena pasukan di Prancis harus
digerakkan dengan perintah langsung dari Hitler. Rundstedt, yang mengetahui hal ini, berbuat di luar wewenangnya dan menggerakan 2 divisi Panzer ke arah Normandia. Tetapi, Wehrmacht melarangnya dan menahan divisinya. Hitler baru mengambil tindakan pukul 4 sore, memberi waktu bagi Sekutu untuk berisitirahat selama 12 jam. Seandainya para staffnya berani membangunkannya, mungkin Jerman masih berkuasa.
Setelah beberapa lama menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Amerika, Presiden Universitas Columbia di New York, dan Panglima Tertinggi pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO, di Paris. Pada saat itu, baik Partai Demokrat maupun Partai Republik membujuknya supaya bersedia menjadi calon Presiden masing masing.
Akhirnya pada bulan Juni 1952 Eisenhower mengundurkan diri dari NATO untuk berkampanye secara penuh. Eisenhower terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke 34 pada tahun 1953. Dia menggemari dan bergabung dengan Augusta National Golf Club pada tahun 1948 dan sering bermain golf semasa menjabat sebagai presiden dan setelah kepresidenannya. Eisenhower mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden pada tahun 1961.



0 komentar:
Posting Komentar